NUSANTARANEWS | SUKABUMI - Bencana pergeseran tanah dan longsor yang melanda wilayah Kecamatan Jampang Tengah dan Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, telah menyebabkan ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan maupun ke rumah kerabat. Berdasarkan data dari Koramil 2207/Jampang Tengah, total pengungsi di kedua kecamatan tersebut mencapai 1.076 jiwa.
Jumlah pengungsi di Kecamatan Jampang Tengah tercatat 253 jiwa, tersebar di beberapa desa berikut:
1. Desa Nangerang
Warga Kampung Cilimus (RT 029/005) dan Kampung Cisaat (RT 028/030) terdampak bencana pergeseran tanah dan longsor. Sebanyak 35 kepala keluarga (KK) atau 101 jiwa sementara ditampung di Aula Desa Nangerang.
2. Desa Cijulang
Akibat pergeseran tanah, 22 KK atau 71 jiwa mengungsi di rumah keluarga mereka.
3. Desa Jampangtengah
Warga Kampung Naringgul (RT 01/08) dan Kampung Cikopi (RT 05/07) terdampak pergeseran tanah dan longsor. Sebanyak 24 KK atau 56 jiwa mengungsi di rumah saudara.
4. Desa Panumbangan
8 KK atau 25 jiwa terdampak bencana dan kini mengungsi di PAUD Melati Tujuh serta Masjid Al-Fatah, Kampung Pengantongan (RT 18/04).
Di Kecamatan Purabaya, jumlah pengungsi mencapai 823 jiwa, tersebar di beberapa desa berikut:
1. Desa Neglasari
Sebanyak 500 jiwa dari Kampung Jabir (RT 037/007) mengungsi di SDN Kali Bunder.
212 jiwa lainnya mengungsi di MI Puncak 12.
2. Desa Cicukang
Warga dari Kampung Ciharasas (RT 02/03), Kampung Legok Picung, dan Kampung Cipadali terdampak pergeseran tanah. Sebanyak 91 jiwa mengungsi di rumah saudara.
3. Desa Purabaya
Akibat pergeseran tanah dan banjir, 20 jiwa dari Kampung Pasir Gombong (RT 20/02) mengungsi ke tempat kerabat.
Sebagian besar pengungsi ditampung di fasilitas umum, seperti aula desa, sekolah, dan masjid. Namun, ada pula yang memilih mengungsi ke rumah saudara atau tetangga di lokasi yang lebih aman. Pemerintah setempat bersama TNI, Polri, dan relawan terus berupaya memberikan bantuan logistik dan memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.
Situasi ini memerlukan perhatian serius, terutama dalam upaya pemulihan dan mitigasi bencana di masa mendatang. Pemerintah diimbau untuk segera melakukan langkah-langkah penanganan jangka panjang guna mencegah bencana serupa terjadi kembali. Senin (9/12/24)
(Ismet)