• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Gelar Griya di Istana, Presiden Prabowo Ajak Pererat Kebersamaan di Hari Raya

    NUSANTARA NEWS
    Rabu, 02 April 2025, 09.04.00 WIB Last Updated 2025-04-02T02:04:28Z



    NUSANTARANEWS | JAKARTA - Dalam rangka merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, Presiden Prabowo Subianto menggelar acara silaturahmi atau gelar griya di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (31/3). Acara tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh nasional dan pejabat negara, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming beserta Ibu Selvi Ananda, Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, para ketua lembaga negara, menteri Kabinet Merah Putih, serta duta besar dari negara-negara sahabat.


    Dalam suasana penuh kehangatan, para tamu saling bersilaturahmi dan menyampaikan pesan-pesan persatuan serta kebersamaan. Jusuf Kalla dalam sambutannya menekankan pentingnya Idulfitri sebagai momen mempererat persaudaraan dan menyatukan masyarakat dalam membangun bangsa.


    “Tentu kita bergembira, mari kita meningkatkan silaturahmi, bersatu padu untuk memajukan negeri ini, serta saling memaafkan dan memberikan saran demi kebaikan bangsa,” ujar Jusuf Kalla.


    Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menggarisbawahi pesan Presiden bahwa Idulfitri adalah momen untuk saling memahami dan memperkuat kerja sama. Menurutnya, perayaan ini bukan sekadar ajang bertemu, tetapi juga simbol kekeluargaan yang memperkokoh ikatan antara pemimpin dan masyarakat.


    “Momen Idulfitri ini adalah saat yang baik untuk saling maaf-memaafkan dan memahami, agar roda pembangunan dapat berjalan lebih harmonis dalam semangat kekeluargaan,” tutur Brian.


    Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menambahkan bahwa gelar griya ini menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat. Ia juga menyoroti makna Idulfitri sebagai awal baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


    “Makna Lebaran ini ibarat sebuah restart, kesempatan untuk memulai kembali dengan lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Muhaimin.


    Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Ahmad Muzani turut memberikan apresiasi terhadap tradisi gelar griya ini. Ia menilai bahwa perayaan seperti ini mencerminkan kedekatan antara pejabat negara dan rakyat.


    “Saya kira ini adalah tradisi yang sangat baik dan perlu dilestarikan. Momen ini mempertemukan pejabat, rakyat, dan para pemimpin dalam satu perayaan kebersamaan,” ujar Ahmad Muzani.


    Acara yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah, masyarakat, dan negara sahabat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi simbol persatuan dan semangat kerja sama dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

    (*)


    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU