NUSANTARANEWS | JAKARTA – Ribuan warga dari berbagai daerah memadati Istana Kepresidenan Jakarta dalam acara gelar griya Idulfitri 1446 Hijriah yang diselenggarakan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sejak pagi, antrean panjang warga telah terlihat di sekitar kompleks Istana dengan penuh antusiasme untuk bersilaturahmi langsung dengan Kepala Negara.
Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa begitu kuat dalam perayaan Idulfitri kali ini. Tradisi tahunan ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk bertemu langsung dengan Presiden dalam suasana lebaran yang penuh makna.
Presiden Prabowo menyambut kedatangan warga dengan ramah, bersalaman, serta menyampaikan ucapan lebaran kepada mereka satu per satu. Kehadirannya dalam acara ini memberikan kesempatan bagi rakyat untuk merasakan kedekatan dengan pemimpinnya.
Salah satu warga, Tarni dari Wonogiri, tak kuasa menahan haru saat bertemu langsung dengan Presiden. Ia mengaku bahwa informasi dari televisi mendorongnya untuk datang ke Jakarta demi bisa merayakan lebaran di Istana.
“Pak Prabowo itu dekat sama rakyat, senang banget saya. Sangking atiku seneng, air mata saya sampai keluar semua. Pak Prabowo enggak pandang bulu, dekat dengan rakyat kecil,” ujar Tarni penuh emosional.
Tarni pun menyampaikan harapannya agar Presiden terus memperhatikan masyarakat kecil. “Mudah-mudahan Pak Prabowo sehat terus, maju terus, ingat sama rakyat kecil, jangan sampai lupa itu,” tambahnya.
Sementara itu, Hendri, seorang warga Jakarta, turut mengungkapkan rasa syukurnya dapat merayakan Idulfitri di Istana. Ia dan keluarganya sebelumnya melaksanakan salat Idulfitri di Masjid Istiqlal sebelum berangkat ke Istana untuk bertemu Presiden.
“Alhamdulillah kita sekeluarga senang mendapat kesempatan ini. Semoga harapan saya bisa bertemu langsung dengan Pak Prabowo terwujud,” ujar Hendri.
Tidak hanya bagi masyarakat umum, acara gelar griya ini juga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk bersilaturahmi dengan Presiden. Imam, salah satu peserta dari komunitas disabilitas, mengungkapkan rasa bahagianya.
“Alhamdulillah, kami para penyandang disabilitas bisa berkumpul dengan Bapak Presiden dan para menterinya juga,” ucap Imam dengan penuh rasa syukur.
Penyelenggaraan gelar griya di Istana Kepresidenan ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Tradisi ini dinilai mampu mencerminkan kedekatan antara pemimpin dan rakyat serta mempererat rasa persaudaraan di antara seluruh elemen masyarakat.
Editor: Ismet