• Jelajahi

    Copyright © NUSANTARA NEWS | Berita Nusantara News Hari Ini
    Nusantara News

    Follow us on

    Tanggapi Pemberitaan, Kades Jayanti Tegaskan Tidak Ada Pungutan Parkir di Wisata Batu Bintang

    NUSANTARA NEWS
    Jumat, 04 April 2025, 20.26.00 WIB Last Updated 2025-04-04T13:26:25Z

     


    NUSANTARANEWS | SUKABUMI – Kepala Desa Jayanti, Nandang, S.Ag., angkat bicara menanggapi pemberitaan yang beredar terkait sistem karcis dan parkir di kawasan wisata Batu Bintang, Desa Jayanti, Kecamatan Palabuhanratu. Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada kebijakan pungutan parkir di lokasi tersebut. Karcis yang berlaku murni merupakan karcis pas masuk, bukan karcis parkir.


    “Bagi yang belum memahami, saya sampaikan kembali. Dulu, saat masih bersama almarhum pemilik area ini, Jaro Ago, kami sering berkoordinasi dengan camat, Dinas Pariwisata, Polres Sukabumi hingga Dishub, untuk menata dan membenahi kawasan Batu Bintang. Dari hasil koordinasi itulah disepakati bahwa hanya ada karcis pas masuk, bukan parkir,” ujar Nandang, Kamis (03/04/2025).


    Tarif yang berlaku pun disebutkan sangat terjangkau, yakni Rp5.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp10.000 untuk roda empat. Ia secara tegas menyatakan bahwa pungutan parkir di kawasan tersebut adalah tindakan yang tidak diperbolehkan.



    “Saya haramkan adanya pungutan parkir tambahan di Batu Bintang. Di sini tidak pernah ada aturan tentang pungutan parkir,” tegasnya.


    Ia pun menjelaskan, kehadiran petugas yang membantu penataan kendaraan hanyalah untuk mendukung kelancaran saat musim liburan. Mereka bukanlah petugas parkir yang berhak menarik biaya.


    “Ketika kunjungan meningkat, banyak kendaraan yang tidak tertata dengan baik. Maka kami kerahkan tenaga tambahan agar pengunjung bisa parkir dengan rapi. Tapi tidak ada pungutan apa pun selain karcis pas masuk,” jelas Nandang.


    Terkait legalitas pengelolaan, Nandang menyampaikan bahwa seluruh kegiatan usaha di area tersebut telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) yang resmi.


    “Kita punya beberapa NIB, mulai dari usaha futsal, kios, penataan area hingga gazebo. Itu semua didaftarkan oleh pihak pengelola yang bekerjasama dengan Pemdes melalui BUMDes. Silakan dicek,” ujarnya.


    Menurut Nandang, seluruh sistem pengelolaan karcis pas masuk juga sudah dikonsultasikan dan diperlihatkan kepada instansi yang pernah melakukan rapat koordinasi, termasuk camat, kepolisian, dinas pariwisata, dan Dishub.


    “Kenapa saya tuliskan ‘pas masuk’, bukan ‘parkir’? Karena karcis parkir punya konsekuensi hukum dan kontribusi khusus dengan Pemda. Maka dari itu, kami tidak menerapkan karcis parkir,” tegasnya lagi.


    Lebih lanjut, Kades Jayanti mengungkapkan bahwa pengelolaan Batu Bintang berjalan profesional, termasuk dalam aspek kebersihan dan pengawasan harga dagangan. Setiap hari, empat petugas kebersihan digaji untuk menjaga kebersihan area, dan setiap Jumat dilakukan program Jumat Bersih (Jumsih) bersama para pedagang.


    “Kami juga pantau harga. Kalau ada yang jual kopi lebih dari Rp5.000, misal Rp7.000 atau Rp10.000, langsung kami panggil. Ini bentuk pembinaan supaya wisata Palabuhanratu tidak tercoreng,” ujarnya.


    Fasilitas yang telah dibangun di Batu Bintang antara lain dua unit MCK (masing-masing 15 dan 13 pintu), dua mushola di sisi utara dan selatan, 10 kios dengan desain ikon Leuit khas Sukabumi, gazebo, dan lapangan futsal.


    “Almarhum Jaro Ago telah menginvestasikan lebih dari Rp4 miliar untuk penataan ini. Kami kelola bersama demi keberlanjutan,” tambahnya.



    Ia juga menegaskan bahwa hasil dari penjualan karcis tidak sepenuhnya menjadi milik pengelola, karena digunakan juga untuk menggaji petugas, termasuk tukang sampah, dan mendukung program kebersihan mandiri.


    “Pemdes Jayanti hadir bukan hanya saat libur saja, tapi juga di hari Sabtu dan Minggu. Kami hadir untuk memantau, membina, dan memberikan rasa aman bagi pengunjung. Karena dari sini juga kami mendapatkan PADes (Pendapatan Asli Desa),” jelasnya.


    Menutup pernyataannya, Nandang menyampaikan harapan agar Batu Bintang dapat terus berkembang.


    “Banyak hal yang masih ingin kami wujudkan, seperti membangun ikon di tengah area dan memperbaiki akses jalan. Tapi semuanya butuh waktu dan proses. Insya Allah, kami terus berupaya,” tutupnya.


    (Ismet)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU